News

Serangan Israel Masih Berlanjut di Wilayah Lebanon Selatan

Beirut (KABARIN) - Situasi di Lebanon selatan masih memanas. Aktivitas militer Israel dilaporkan terus berlangsung pada Rabu (1/7) waktu setempat, dengan serangkaian serangan drone, tembakan artileri, ledakan, hingga operasi militer di beberapa wilayah.

Berdasarkan laporan kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), sebuah drone Israel melancarkan serangan udara ke sebuah kendaraan yang sedang diparkir di kawasan Deir, Kota Nabatieh al-Fawqa, Lebanon selatan, pada Rabu sore.

Kurang dari 30 menit setelah serangan pertama, drone yang sama kembali menyerang wilayah tersebut.

NNA juga melaporkan bahwa sejumlah sukarelawan dari organisasi bantuan lokal menjadi sasaran tembakan pasukan Israel saat menuju lokasi untuk memadamkan kebakaran pada kendaraan yang terkena rudal berpemandu di pinggiran Nabatieh al-Fawqa. Meski demikian, tidak ada laporan korban luka dalam insiden tersebut.

Pada waktu yang hampir bersamaan, drone Israel juga menjatuhkan tiga granat kejut di Kota Yater, Lebanon selatan. Sementara itu, satu granat kejut lainnya dijatuhkan ke Kota Nabatieh al-Fawqa.

Memasuki Rabu malam waktu setempat, pasukan Israel dilaporkan memicu ledakan besar di sekitar Kota Rshaf yang berada di Distrik Bint Jbeil. NNA juga melaporkan ledakan lain terjadi di kota tetangga, Beit Yahoun.

Tak lama kemudian, artileri Israel menembaki wilayah pinggiran Beit Yahoun. Secara bersamaan, tembakan juga menyisir area timur kota tersebut hingga mengarah ke Kota Haddatha yang masih berada di Distrik Bint Jbeil.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon memperbarui data korban akibat serangan Israel. Hingga kini, total korban tewas sejak 2 Maret tercatat mencapai 4.297 orang, sementara jumlah korban luka-luka telah menyentuh 12.196 orang.

Rangkaian insiden terbaru ini terjadi meski Lebanon dan Israel belum lama ini telah mencapai kesepakatan kerangka kerja yang bertujuan mengakhiri pertempuran di sepanjang perbatasan kedua negara. Namun, situasi di lapangan menunjukkan bahwa ketegangan dan aksi militer masih terus berlanjut.

Pewarta: Xinhua
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: